CIREBON REALTY.- Istilah tanah kavling sering kali ditemui saat seseorang hendak membeli tanah, baik secara online maupun offline. Tanah kavling banyak dijadikan sebagai pilihan investasi properti, sebab memiliki keuntungan yang menjanjikan di masa depan. Biasanya, tanah kavling di kompleks perumahan dijual dengan harga dan ukuran yang berbeda-beda. Karena itu jika ingin membeli tanah kavling, perhatikan dulu seluk-beluk pemecahan sertifikat tanahnya.

Agar tidak tertipu, baca ulasannya lengkapnya di bawah ini.

Tanah Kavling Adalah

Tanah kavling adalah bagian tanah yang sudah dipetak-petakan oleh pemiliknya sesuai ukuran tertentu.

Biasanya, tanah kavling dibeli oleh seseorang sebagai instrumen investasi atau developer yang hendak mengembangkan properti.

Keuntungan Membeli Tanah Kavling

Terdapat beberapa keuntungan membeli tanah kavling dari segi investasi properti.

Pertama, properti ini memiliki capital gain dengan tingkat kenaikan signifikan di setiap tahunnya.

Meskipun tidak terlihat dalam waktu dekat, keuntungan investasi tanah kavling bisa dirasakan dalam waktu 5-10 tahun mendatang.

Selain itu, tanah kavling banyak diincar oleh developer properti yang hendak membuat cluster.

Sehingga jika membeli tanah kavling untuk dijual kembali ke developer, maka Anda akan mendapatkan harga yang lumayan tinggi.

Proses Pemecahan Sertifikat Tanah Kavling

Pemecahan sertifikat tanah kavling lazim dilakukan, terutama bagi orang-orang yang ingin melaksanakan pembagian warisan.

Tidak cuma itu, saat Anda membeli tanah kavling pastikan sertifikat tersebut sudah dipecah.

Untuk memecah sertifikat tanah kavling, terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi yakni:

  • Luas tanah kavling minimal 80 meter persegi
  • Menyediakan fasilitas umum
  • Membuat jalan sendiri dan mampu menyiapkan sanitasi

Jika tidak menaati peraturan tersebut, maka proses pemecahan sertifikat tidak bisa dilakukan.

Setidaknya, terdapat dua cara pecah sertifikat tanah kavling yang bisa dilakukan oleh masyarakat, yakni:

  • Pemecahan dilakukan atas nama perusahaan atau developer yang didasarkan dari site plan yang disepakati; dan
  • Pemecahan sertifikat tanah kavling yang dilakukan atas nama pribadi atau perorangan.

Syarat Pemecahan Sertifikat Tanah Kavling

Terdapat persyaratan yang perlu dipenuhi sebelum mengajukan pemecahan sertifikat tanah, di antaranya:

  • Membawa sertifikat tanah asli;
  • Fotokopi identitas pemohon atau kuasa (KTP/Kartu Keluarga);
  • Formulir permohonan yang diisi lengkap dan ditandatangani pemohon atau kuasa di atas materai;
  • Surat pernyataan pemecahan sertifikat tanah yang ditandatangani pemegang hak. Di dalamnya tercantum alasan dan gambar lokasi tanah yang akan dipecah;
  • Bukti SSP/PPh sesuai ketentuan;
  • Izin perubahan dari penggunaan tanah apabila terdapat perubahan penggunaan;
  • Fotokopi Surat Pemberitahuan Pajak Terutang Pajak Bumi dan Bangunan (SPPT PBB);
  • Pengisian surat pernyataan telah memasang tanda batas;
  • Pernyataan surat bahwa tanah tersebut bukanlah sengketa;
  • Pernyataan bahwa tanah dikuasai secara fisik; serta
  • Surat pernyataan tapak kavling dari kantor pertanahan yang mencantumkan alasan pemecahan sertifikat serta denah lokasi kavling yang dipecah.

Prosedur Pemecahan Sertifikat Tanah Kavling

Setelah mengetahui persyaratan, berikutnya prosedur yang harus Anda lalui saat melakukan pemecahan sertifikat tanah kavling, yaitu:

  • Melakukan pendaftaran pemecahan sertifikat tanah;
  • Petugas akan mendatangi lokasi dan melakukan pengukuran yang didampingi oleh kuasa atau pemilik;
  • Petugas akan menggambar hasil pengukuran dan memetakan lokasi pada peta yang sudah disediakan;
  • Penerbitan surat ukur untuk setiap bidang tanah yang dipecahkan dan ditandatangani oleh kepala seksi; dan
  • Setelah mendapatkan surat ukur, lakukan penerbitan atas sertifikat di Subseksi Pendaftaran Hak dan Informasi (PHI).

Biaya Perizinan Tanah Kavling

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 46 Tahun 2002, setiap pemecahan sertifikat terdapat biaya yang dikeluarkan, rinciannya:

Biaya Pendaftaran: Rp100.000

Biaya Pengukuran Tanah:

  • > Luas tanah sampai 10 H, TU = (L / 500 x HSBKU*) +Rp100.000
  • > Luas tanah antara 10 H s/d 1.000 H, TU = (L / 4000 x HSBKU) + Rp14.000.000
  • Luas tanah antara di atas 1.000 H, TU = (L / 10.000 x HSBKU) + Rp134.000.000

*Ket: HSBKU adalah Harga Satuan Biaya Khusus Pengukuran

Biaya Pemeriksaan Tanah: TPA = (L / 500 x HSBKPa*) + Rp350.000

*Ket: HSBKPa adalah Harga Satuan Biaya Khusus Panitia Penilai A

Biaya TKA: Rp250.000

Biaya BPHTB: 5% (NPOP-NPOPTKP)

Nah, itulah informasi perizinan tanah kavling yang bisa dijadikan referensi.

Ingin membeli tanah dijual? Segera kunjungi situs properti CirebonRealty !

Di dalamnya tersedia ribuan listing aktif dengan penawaran harga terbaik, beberapa di antaranya:

Semoga bermanfaat, ya!

 

0 Komentar